Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Unik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Unik. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Februari 2012

Perempuan Indonesia Jadi Deputy Sheriff di Amerika Serikat

Akibat sepinya bisnis desain interior yang digelutinya selama tinggal di Amerika Serikat (AS), Maria Esther Indrasari mencari kerja di pemerintahan untuk menjadi deputy sheriff (anggota polisi wilayah) di AS.

Wanita kelahiran Bandung, Jawa Barat ini sejak tahun 2000 pindah ke AS setelah menikah dengan pria Amerika yang dikenalnya saat aktif di NGO (Non Governmental Organization). Kepindahannya ke AS juga dimanfaatkan untuk melanjutkan sekolah desain interior di University of North Carolina at Greensboro (UNCG).

Cerita ini dilaporkan Mang Jamal, jurnalis warga di Kompasiana.com (1/02/2012). Menurut laporannya, proses Indrasari untuk menjadi deputy sherrif terbilang panjang dan harus masuk akademi kepolisian terlebih dahulu selama enam bulan untuk mengikuti pelatihan.

"Setelah gagal mengikuti tes masuk sebelas kali, akhirnya saat mengikuti tes masuk yang ke 12, dia diterima di Palm Beach State College- Police Academy dan mengikuti latihan selama enam bulan." tulis Mang Jamal di Kompasiana.

Saat dihubungi KOMPAS.com melalui telepon, Jumat (3/2/2012) ini, Mang Jamal mengaku sebagai dosen Indrasari saat kuliah di Institut Teknologi Nasional (Itenas), Bandung, jurusan desain interior.

"Saya dosennya Indrasari waktu di Itenas dan sampai sekarang masih sering berhubungan melalui Facebook dan email." kata Mang Jamal.

Sekarang Indrasari menjadi deputy sheriff di wilayah Palm Beach, Florida, AS sejak lulus dari Palm Beach State College- Police Academy sekitar tahun 2006-2007.Saat itu, Palm Beach Sheriff Office sedang membutuhkan polisi dari ras Asia dan Indrasari lolos seleksi dengan nilai tes masuk paling tinggi dan satu-satunya perempuan Asia yang diterima menjadi deputy sheriff.

Di sela-sela kesibukannya menjadi deputy sheriff, Indrasari melanjutkan sekolahnya lagi di Florida Atlantic University bidang psikologi forensik.

Sumber : http://internasional.kompas.com

Saya mau lanjutkan membaca......

Jepang Akan Bangun Lift Angkasa

Perusahaan konstruksi Jepang pada berencana membangun lift yang tingginya 96.000 km atau sekitar 1/4 jalan ke Bulan. Tujuan proyek itu adalah mewujudkan mimpi wisata ke ruang angkasa.

Obayashi Corps, nama perusahaan itu, akan menggunakan teknologi carbon nanotube untuk membangunnya. Carbon nanotube mampu memberi kekuatan konstruksi 20 kali lebih kuat dari baja.

Lift bisa mengangkut 30 orang sekali jalan dan akan bergerak dengan kecepatan 200 km/jam. Lift akan mengantar publik hingga ketinggian 36.000 km, hanya peneliti yang boleh sampai ketinggian maksimal.

"Manusia telah lama mengagumi bangunan tinggi. Daripada memilih membangun dari Bumi, kami memilih membangun dari angkasa," kata Satomi Katsuyama, pimpinan proyek Obayashi Corps.

Meskipun telah memiliki impian, seperti dikutip AFP, Rabu (22/2/2012), Obayashi Corps belum menentukan tempat pembangunan, biaya serta donatur yang akan membiayainya.

Saat ini, Obayashi Corps masih menuntaskan konstruksi menara tertinggi di Jepang, Tokyo Sky Tower, yang tingginya 634 meter. Menara tersebut berfungsi mendukung penyiaran sekaligus tempat melihat pemandangan kota.

Obayashi Corps telah berpengalaman membangun menara, pembangkit listrik hingga renovasi Candi. Beberapa karyanya adalah Universal Studio di Osaka, Dubai Metro di Uni Emirat Arab dan Stadium Australia.

Sumber : http://sains.kompas.com

Saya mau lanjutkan membaca......

Gajah Belanda Pakai Lensa Kontak

Dokter hewan Anne-Marie Verbruggen memasang lensa kontak raksasa pada mata Win Thida, seekor gajah Asia berusia 44 tahun, di Artis Zoo, Amsterdam, Belanda pada 24 Januari lalu. Prosedur pemasangan itu berlangsung selama satu jam.

eekor gajah di kebun binatang Amsterdam, Belanda, telah membuat sejarah setelah matanya yang cedera dipasangi lensa kontak "berukuran jumbo", demikian pernyataan yang dikeluarkan pekan ini.

"Win Thida adalah gajah pertama di Eropa yang memakai lensa kontak," kata Artis Zoo, Amsterdam, di laman resminya.

Gajah Asia yang berumur 44 tahun tersebut secara tak sengaja melukai kornea mata kirinya yang cedera sewaktu bermain, demikian pernyataan kebun binatang itu sebagaimana dikutip AFP.

Akibatnya, mata itu pun terus-menerus berair, katanya. Prosedur pemasangan kontak lensa tersebut berlangsung selama satu jam, demikian pernyataan dari kebun binatang itu.

Sumber : http://internasional.kompas.com

Saya mau lanjutkan membaca......

Bayi "Ikut" Sidang Parlemen Eropa

Licia Ronzulli, anggota Parlemen Eropa dari Italia, menunjukkan kemampuannya sebagai seorang perempuan dengan multi peran. Dia mengajak Victoria, putrinya yang berusia 18 bulan, saat menghadiri sidang pleno Parlemen Eropa di Strasbourg, Perancis, Rabu (15/2/2012).

Selama sidang berlangsung, Ronzulli memangku putrinya. Bila dia harus berdiri, Ronzulli menggendong Victoria atau putrinya itu berdiri di kursi.Victoria sendiri tidak merepotkan dan terlihat nyaman mendampingi sang ibu menjalankan tugas. Ada kalanya dia menunjukkan wajah serius seolah terlibat dalam rapat yang sedang berlangsung.

Bayi itu cukup sibuk dengan berbagai benda di sekitarnya. Ada kalanya Victoria memakai headset, atau bermain dengan BlackBerry ibunya. Adegan lucu terjadi ketika sang ibu mengangkat tangan dalam pemungutan suara, Victoria pun melakukan hal sama bak anggota parlemen yang sesungguhnya.

Ini bukan kali pertama Victoria "menghadiri" sidang parlemen. Ketika umurnya baru enam minggu pada September 2010, sang ibu membawanya ke ruang sidang. Ketika itu dia tidur dengan tenang di gendongan ibunya.

Licia Ronzulli (36) memenangi kursi Parlemen Eropa pada pemilu 2009. Dia merupakan anggota Partai Kebebasan Rakyat. Di Parlemen Eropa Ronzulli duduk di komisi lingkungan, kesehatan, dan keamanan pangan. Suaminya, Renato Cerioli juga anggota partai yang sama.

Sumber : http://internasional.kompas.com

Saya mau lanjutkan membaca......

Lukisan Tertua dari Zaman Es

Lukisan mastodon yang ditatah pada tulang berusia 13.000 tahun diyakini sebagai karya seni tertua dari Zaman Es yang menunjukkan bahwa manusia mendokumentasikan hewan yang diburunya.

Ukiran pada fosil tulang mamalia besar yang ditemukan di Vero Beach, Florida, Amerika Serikat, diperkirakan sebagai sampel tertua dari karya seni yang pernah ditemukan. Para peneliti dari Smithsonian Institution dan University of Florida memastikan temuan tersebut setelah melalui proses panjang yang melibatkan ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu.

Ukiran bergambar mastodon itu memiliki panjang tiga inci dari ujung kepala hingga ujung ekor serta tinggi 1,75 inci dari ujung kepala hingga telapak kaki kanan depan. Para peneliti memeriksa komposisi dasar tulang yang diukir itu dan membandingkannya dengan tulang lain dari Old Vero Site, lokasi penemuan tulang manusia yang berdekatan dengan tulang hewan purba Zaman Es yang sudah punah.

Mereka menggunakan mikroskop optik dan elektron yang menunjukkan tidak ada perbedaan warna pada alur ukiran dengan bagian lainnya. Itu menunjukkan bahwa ukiran tersebut bukanlah hasil rekayasa dan asli berasal dari 13 ribu tahun atau lebih. Penemuan tulang oleh pemburu fosil James Kennedy awalnya sempat diragukan keasliannya.

Spesimen langka ini pun diakui sebagai bukti bahwa manusia yang tinggal di Amerika pada Zaman Es telah menciptakan karya seni berupa gambar hewan yang mereka buru. Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Archaeological Science ini sekaligus memperkuat temuan dan argumentasi ahli geologi Elias Howard Sellards di Old Vero Site pada awal abad 20. (National Geographic Indonesia/Agung Dwi Cahyadi)

Sumber : http://sains.kompas.com

Saya mau lanjutkan membaca......